Tuesday, February 23, 2016

The Amazing Story

Cara Allah mengajarkan kepada hamba-hambaNya teramat sangat indah, dan sangat telak. With His Very Own Way.
Lihatlah, bagaimana Allah mengajarkan kepada Nabi Musa alaihis salam, sehingga beliau benar-benar memiliki hati yang bersih dari ujub setitikpun, dalam sebuah kisah yang luarbiasa, yang terdapat dalam surat yang insyaAllah selalu kita baca pada hari Jumat, yaitu surah Al Kahfi.
Terdapat pada ayat 60 sampai 82.

Bermula dari latarbelakang (asbabun nuzul/sebab-sebab turunnya) tersebut adalah sebagaimana disebutkan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab. Beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya pada suatu hari, Nabi Musa berdiri di khalayak Bani Israil, lalu beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” jawab Nabi Musa, “Aku”, ketika ditanya, “Adakah orang yang lebih berilmu dari anda?”. Nabi Musa menjawab, “Tidak ada.” Lalu Allah menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, “Sesungguhnya, di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu dari kamu.” Lantas, Nabi Musa pun bertanya, “Ya, Allah dimanakah aku dapat menemuinya?” Allah berfiman, “Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan dalam keranjang. Sekiranya ikan itu hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu.”

Dalam kisah bergurunya Nabi Musa alaihis salam kepada Nabi Khidir alaihis salam, disana terjadi peristiwa-peristiwa yang benar-benar membuat Nabi Musa menyadari bahwa ia tidaklah lebih tau dibandingkan Nabi Khidir alaihis salam, padahal pada masa itu Nabi Musa adalah seorang yang paling 'alim, paling berilmu, seorang yang bahkan telah bercakap-cakap langsung dengan Rabb-nya Allah Azza wa Jalla, di gurun Sinai (Thursina).
Dan, Nabi Musa tetap rendah hati, bahkan berkali-kali meminta maaf kepada Nabi Khidir 'alaihis salam terhadap tindakan-tindakan Nabi Khidir yang membuatnya bertanya-tanya.
Masha Allah, what an amazing story!
Sebuah kisah yang mengajarkan kita tentang adab-adab sebagai penuntut ilmu, untuk senantiasa meluruskan niat, membersihkan hati dari segala kesombongan, ujub, riya dan noda-noda lainnya, merasa rendah di hadapan ilmu, bersabar dalam belajar dan menerima pengajaran.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua, aamiin.

*justmylittlenote
*tuesdayearlymorning
*a tribute to Ustadz Nuzul Dzikri, Lc hafizhahullahu (atas kisah pengajaran Nabi Musa alaihis salam dalam kajian beliau)

No comments:

Post a Comment