Thursday, January 12, 2017

Tamagoyaki (Japanese Rolled Omelet)

Penampakan di atas teflon

Ini setelah dipotong

Qadarullah Ibuku sehari setelah pernikahanku beliau dirawat di Rumah Sakit karena sakit gejala typhus, lambung, dan gula darah. So, di rumah ga ada orang "tua", dan ga ada bahan makanan, so aku masakin dadar telor ajah, tapi biar engga terlalu flat jadi kudadar ala Jepang. aku dadar sekitar 4 lapis klw ga salah hehe lupaaa...
So so lah :D

My Wedding Parcels (Pernak-pernik dan Hantaran Pernikahan)


My Wedding Invitation

My Wedding Invitation

Souvenir, mirror

Abaya Set and Make Up
Handuk
Handuk dan Alat Mandi
Seprei
Selimut

Add caption
Underwear
Tas
Piyama

Mukena dan Sajadah
My Wedding Bedroom


Wedding Parcels all made in my elder sister (Teh Iis)








Ahad, 1 January 2017 (Throwback)

Bismillaahirrahmanirrahiim...

Sekarang 12 January 2017. Baru sempet nulis blog lagi.
Cerita pada hari H, Ahad 1 January 2017 udah lupa lagi detailnya. Yang pasti, pagi-pagi setelah shubuh dan sarapan dikit, tukang rias dateng, dan aku langsung didandanin sambil berbaring. Ohya kemarennya aku sempet nego alot (rada keukeuh tukang riasnya) karena tukang riasnya ingi mencukur sedikit alisku. Namun kunego bahwa aku tidak ingin dicukur alis sedikitpun dan tidak akan memakai bulu mata palsu.
Alhamdulillaah akhinya berhasil.
Hasil make up nya terusterang sangat membuatku ga suka, karena tidak mengonjolkan kecantikanku (ehem haha) malah keliatan kyk orang Jepang sipit banget kata adikku.
Pokonya selama hari H itu aku sangat-sangat ga pede dan ga nyaman dengan riasannya.
Tapi belakangan pas dilihat-lihat cakep juga qo (eh).

Alhamdulillah akad nikah dilaksanakan secara Islami, dimana sang ikhwan mengucapkan akad di depan bapakku dan orangtua serta para saksi dan para hadirin. Tanpa aku.
Setelah sah. Barulah aku ditampilkan dan disandingkan dengannya.

Ini Mahar Pernikahanku, Perhiasan Emas kuning dan putih, total 10 gram