Tuesday, September 6, 2016

3 September 2016 - Marriage Proposal


Bismillaah..
Benar-benar ku percaya kepada KEKUASAAN ALLAH..
Aku yang bahkan sekian jam entah menit menjelang kedatangannya ke rumahku masih tidak merasakan apa-apa bahkan cenderung tidak suka padanya, dan tidak suka menerima text message/WhatsApp message darinya, namun, setelah melihatnya berbicara dengan Bapakku, Ibuku, keluargaku, baru kusadari betapa hari itu, Sabtu 3 September 2016 adalah one of a special day dalam rangkaian proses menuju Ibadah Pernikahan nanti, insya Allah. Melihat kesungguhannya dalam mengajukan marriage proposal ini kepada Bapakku qadarullah akhirnya membuatku -insya Allah- lebih tenang, damai, dan yakin, untuk melangkah ke step berikutnya, yaitu Hari Pernikahan.
La haula wa la quwwata illa billaah..
Masya Allaah 

Thursday, September 1, 2016

PERFECTIONIST

I must confess that I am literally perfectionist.

Baik atau ga baik, mengakui atau engga, nerima atau engga, beberapa orang disekitarku menilai aku seorang yang perfeksionis, dan sangat detail.
Dan, harus kuakui, hampir dan banyak sekali dari ciri-ciri perfeksionis ada dalam diriku dan diluar kesadaranku aku seperti itu.
Salahsatunya adalah terpaku pada detail, contoh kecilnya kalau mengetik suatu artikel atau SOP atau apapun, sangat terpaku pada kerapian margin, jenis dan ukuran huruf, pemilihan kalimat, dll dimana ingin terlihat sangat perfect. Karena jika tidak perfect, dan banyak kekurangan atau kekeliruan, menimbulkan perasaan merasa bersalah yang besar.
Kemudian, akibatnya adalah menjadi sulit atau sangat lama dalam membuat keputusan, karena lebih terpaku memperbaiki detail, memperbaiki hal-hal kecil karena tidak ingin ada sedikitpun kesalahan pada setiap karya atau pekerjaan atau apapun.
Dan baru akan memutuskan pada saat telah merasa benar-benar terdesak.
Mengapa ?
Karena ketika suatu keputusan yang diambil ternyata adalah keputusan yang tidak sempurna atau memilih sesuatu yang kurang sempurna dan banyak kekurangan serta di luar kriteria pun tidak akan menimbulkan perasaan merasa bersalah yang besar, karena ada faktor lain yang taken for granted, yaitu sudah deadline.
So, kesimpulannya, memang begitulah aku adanya..
Dan aku sedang berusaha untuk lebih realistis, dan tidak perfeksionis, minimal menguranginya.