Monday, February 29, 2016

FOKUSKAN DIRI TERHADAP PENILAIAN RABB-MU




Manusia hanya memandang PENCAPAIANMU
Jika pencapaianmu baik, mereka takjub, bangga, atau bahkan iri
Dan jika pencapaianmu tidak sebaik keumuman mereka, merekapun menghakimi, mengasihani.. 

Padahal dalam setiap perjalanan hidup seorang manusia ada goresan pena dan lembaran yang telah kering, yaitu TAQDIR
Tidak bisa kita menjustifikasi dan memberikan penilaian secara general kepada pencapaian-pencapaian setiap manusia.

Namun ALLAH memandang dan menilai PROSESMU
Dan prosesmu tiap detik kehidupanmu sampai saat ini tidak ada satupun yang tahu persis hakikatnya selain ALLAH Azza Wa Jalla

Maka FOKUSKAN TERHADAP PENILAIAN RABB-MU, karena pada akhirnya kelak di akhirat semua pandangan manusia terhadap pencapaian tidak ada artinya apa-apa dan tidak kuasa menolongmu sedikitpun terhadap penilaian dari Yang Menguasai Hari Pembalasan, ALLAH Azza Wa Jalla.


*justmylittlenote
*sundayafternoon
• Ade Ha • Ade Ha II •
(My Facebook post)



Tuesday, February 23, 2016

The Amazing Story

Cara Allah mengajarkan kepada hamba-hambaNya teramat sangat indah, dan sangat telak. With His Very Own Way.
Lihatlah, bagaimana Allah mengajarkan kepada Nabi Musa alaihis salam, sehingga beliau benar-benar memiliki hati yang bersih dari ujub setitikpun, dalam sebuah kisah yang luarbiasa, yang terdapat dalam surat yang insyaAllah selalu kita baca pada hari Jumat, yaitu surah Al Kahfi.
Terdapat pada ayat 60 sampai 82.

Bermula dari latarbelakang (asbabun nuzul/sebab-sebab turunnya) tersebut adalah sebagaimana disebutkan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab. Beliau mendengar Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya pada suatu hari, Nabi Musa berdiri di khalayak Bani Israil, lalu beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” jawab Nabi Musa, “Aku”, ketika ditanya, “Adakah orang yang lebih berilmu dari anda?”. Nabi Musa menjawab, “Tidak ada.” Lalu Allah menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, “Sesungguhnya, di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu dari kamu.” Lantas, Nabi Musa pun bertanya, “Ya, Allah dimanakah aku dapat menemuinya?” Allah berfiman, “Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan dalam keranjang. Sekiranya ikan itu hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu.”

Dalam kisah bergurunya Nabi Musa alaihis salam kepada Nabi Khidir alaihis salam, disana terjadi peristiwa-peristiwa yang benar-benar membuat Nabi Musa menyadari bahwa ia tidaklah lebih tau dibandingkan Nabi Khidir alaihis salam, padahal pada masa itu Nabi Musa adalah seorang yang paling 'alim, paling berilmu, seorang yang bahkan telah bercakap-cakap langsung dengan Rabb-nya Allah Azza wa Jalla, di gurun Sinai (Thursina).
Dan, Nabi Musa tetap rendah hati, bahkan berkali-kali meminta maaf kepada Nabi Khidir 'alaihis salam terhadap tindakan-tindakan Nabi Khidir yang membuatnya bertanya-tanya.
Masha Allah, what an amazing story!
Sebuah kisah yang mengajarkan kita tentang adab-adab sebagai penuntut ilmu, untuk senantiasa meluruskan niat, membersihkan hati dari segala kesombongan, ujub, riya dan noda-noda lainnya, merasa rendah di hadapan ilmu, bersabar dalam belajar dan menerima pengajaran.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua, aamiin.

*justmylittlenote
*tuesdayearlymorning
*a tribute to Ustadz Nuzul Dzikri, Lc hafizhahullahu (atas kisah pengajaran Nabi Musa alaihis salam dalam kajian beliau)

Thursday, February 11, 2016

My Arabic Learning Books


Alhamdulillah for these books, I only paid Rp. 300K for these all, masha Allah. 16 books.
May Allah bless me, and make everything easy for me, to learn all of these, aamiin ~

My Social Media Attitude

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Ini pernyataan sikap ^_^

Aku bukanlah typical yang apabila mengambil referensi dari seorang tokoh kemudian serta merta meng"iyya"kan dan mengikuti semua sikap seseorang tersebut terhadap semua hal.
Tidak.

Jadi, meskipun dalam hal agama aku ambil semua ilmu dan hasil ijtihadnya, namun apabila ada sikap beliau-beliau ini yang berbeda denganku (masalah duniawi; science) maka aku tidak mengambilnya.
Misalnya, dalam hal vaksinasi yang mengandung dan atau menggunakan bahan-bahan haram dalam proses produksinya, maka aku lebih memilih hati-hati untuk tidak menggunakannya.

Jadi, engga ada gunanya bagi siapapun yang "menekan" atau "memaksakan" pendapat-pendapat beliau-beliau itu kepadaku meskipun dalam ilmu syar'i aku mengambil referensi dari beliau-beliau juga.
So, don't waste your time, and be wise ^_^

Wednesday, February 3, 2016

Seorang Analis Kimia Maupun Chemist Tidak Boleh Berbicara Tentang Vaksin Karena Bukan Ahlinya, Benarkah?

The tittle of this post is one of my "bad" experiences hehe, but it doesn't matter for me. 
Penyataan senada itu pernah dikemukakan dan masih dikemukakannya sampai saat ini oleh seorang "tokoh" provaksin hardcore. Dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan: "Apakah anda ahli immunologi? Apakah anda dokter? Apakah anda ahli virologi? tapi engga nanya tentang virologi sih kayanya hhihi, yaudah lah kita jawab ajah : bukan.

(Yaudah kalau bukan ahlinya kamu gausah ngomong tentang vaksin dong, mungkin gitu intinya ya maksud beliau itu hhehe~ kan dalam agama juga kita harus bertanya kepada ahlinya, iya.)

Ayway, emangnya definisi ahli itu apa sih? Wajib dengan punya ijazah dan sertifikat? 
Padahal engga selalu mesti gitu loh.. 
Tau Jim Geovedi ga? Dia engga pernah sekolah di sekolah IT loh, tapi Jim Geovedi diakui dunia sebagai ahli IT, bahkan sejak 2012 pindah ke London dan mendirikan perusahaan jasa sistem keamanan teknologi informasi bersama rekannya.
Jadi, coba upgrade lagi frame pemahamannya tentang definisi "ahli" itu. Allright? :)

Tapi, yaudah, baiklah, iyya deh itu memang bukan bidang saya qo, dan saya juga tidak ada kepentingan apa-apa samasekali dalam hal itu, jadi saya fokus pada apa yang saya ketahui  dengan pasti dan saya alami, meskipun sedikit, dari sisi bidangku yang relevan dalam realitas dunia industri saat ini. Hopes beliau-beliau itu lebih open-minded dan lebih lembut dan dikurangin galaknya XP dan engga protes lagi dan engga bully aku lagi hhehe. Aamiin :) :) :)
Dalem banget ya XDD

Tapi aku engga akan menulis bahasan dari judul diatas, biarin ajah lah mereka punya kahayang, engga penting juga untuk klarifikasi balik, asateukudu saur maicih mah hehe..
Karena yang harus kita khawatirkan bukan buruknya reputasi kita di mata manusia, karena reputasi adalah apa yang mereka pikirkan tentang kita, bukan kenyataan tentang diri kita, namun yang harus kita khawatirkan adalah keburukan-keburukan yang ada pada diri kita. Karena itu yang akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah nanti.

OK fine, let's recap.. XD

Sebenarnya aku gak tertarik dan ga tahu menahu tentang pro kontra vaksinasi, bahwa ternyata sampai setajam ituh, dan qadarullah para pro vaksin-nya galak-galak banget.

Without You, My Lord


Last morning, when I went to work. Rainy Morning. 

I can't stand on my own feet, I can't go on, without You My Lord..
I do really need You My Lord 😥


Chemistry of Fire

Ada satu pertanyaan yang selalu kutanyakan pada diri sendiri, apa rumus kimia dari api?
Sebagai orang Kimia, seharusnya aku bisa menjawabnya dengan berdasarkan teori-teori yang berlaku dan relevan, yekan?
OK baiklah.. XD
Jadi begini ceritanya...
Api itu termasuk sesuatu yang biasa kita lihat sehari-hari, seperti halnya air, tanah, dan yang lainya.
kalau yang ditanyakan adalah air, mudah sekali menjawabnya, air rumus kimianya H20 (angka 2-nya engga bisa ngetik dibawah sorry, maafkan google ya XP)
Terus, kalau api?
Agak kompleks masalahnya, sesuatu yang terlihat simple tetapi saat ingin mengetahui hakikat dirinya ternyata tidak se-simple yang terlihat. (Sepertinya aku sedang membicarakan tentang diriku... XP nope, forget about that)
OK lanjut..
Untuk memahami tentang api, tentunya kita harus memahami proses yang dinamakan Pembakaran (Combustion).
Ada penjelasan tentang Combustion yang sangat bagus dari NASA.


Tar dulu yah lagi sibuk, tar disambung lagi insya Allah