Ini bukan mau membahas tentang judul skripsi-ku itu, tapi hanya a bit flashback soalnya tadi tiba-tiba nemuin flashdisk yang isinya adalah data-data skripsi-ku dulu sebagai tugas akhir di Kimia - MIPA - UNJANI.
Well, I won't tell a lot about that, soalnya udah dibahas di Instagram (@aaddee210) ^-^
Kadang-kadang menuliskan suatu pengalaman yang sangat menguras energy, jiwa dan raga itu seperti mengulang lagi perjuangan yang sama. Maksudnya? Mengingatnya dan mengenangnya saja rasanya sangat menguras energy, begitu juga menuliskannya. Alhamdulillah 'ala kulli haal :) Semua karena Allah semata, karena pertolongan dan kekuatan dari-Nya, dari-Nya, selalu <3
VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS UNTUK PENGUJIAN KADAR ALBENDAZOLE DALAM WORMZOL BOLUS)
Abstrak :
Telah dilakukan penelitian
validasi metode spektrofotometri UV-Vis untuk pengujian kadar albendazole dalam
Wormzol Bolus (WZB). Pengukuran absorban larutan menggunakan alat spektrofotometer
UV-Vis pada panjang gelombang maksimal 295 nm. Parameter analisis yang diuji
meliputi selektivitas, linearitas, rentang, akurasi, presisi, batas deteksi,
dan batas kuantitasi. Selektivitas ditunjukan dengan data F hitung sebesar
0,6165 dan F tabel 1, 12 sebesar 4,75 ;
9,33. Kurva kalibrasi standar dan sampel menunjukkan kelinearan dengan
koefisien korelasi standar 0,9997 dan koefisien korelasi sampel 0,9993. Perolehan
kembali dari akurasi metode adalah 96,08 %. Presisi ditunjukkan dengan SDR
sampel sebesar 0,20 %, SDR spiked sample
sebesar 0,11%, dan rata-rata C Hitung spiked
sample sebesar 11,6460 μg/mL yang berada diantara nilai batas bawah
sebesar 11,6313 μg/mL
dan batas atas sebesar 11,6606 μg/mL. Batas deteksi metode adalah 0,0305 μg/mL
dan batas deteksi instrumen adalah 0,0481 μg/mL. Metode spektrofotometri UV-Vis memenuhi
kriteria akurasi, presisi, dan linearitas pada rentang konsentrasi 0,0550 μg/mL sampai 13 μg/mL. Dapat ditarik kesimpulan
bahwa metode spektrofotometri UV-Vis untuk pengujian kadar albendazole dalam
Wormzol Bolus (WZB) adalah valid.
The assay of validation
of UV-Vis Spectrophotometry on determination of albendazole in Wormzol Bolus
(WZB) has been investigated. The absorbance of the solutions are measured using
UV-Vis Spectrophotometer at 295 nm wavelength. The parameters are selectivity, linearity, range, accuracy,
precision, limit of detection, and limit of quantitation. Selectivity is
indicated by F calculated of 0.6165 and F table 1, 12 of 4.75, 9.33. The
calibration curve of standard and sample show linearity with the correlation
coefficient of standard is 0.9997 and of sample is 0.9993. Recovery of the
method of accuracy is 96.08%. The precision is indicated by RSD of sample of
0.20%, RSD of spiked sample of 0.11%, and average of C calculated of spiked
sample of 11.6460 μg/mL which is located between the lower limit value of 11.6313
μg/mL and the upper limit of 11.6606 μg/mL. Method detection limit is 0.0305 μg/mL and the instrument detection limit is 0.0481 μg/mL. The method qualifies the criteria of accuracy,
precision, and linearity in the range of concentration 0.0550 μg/mL to 13
μg/mL. It can be said that the method is valid.
Validasi Metode itu apa sih?
Pertanyaannya ga akan habis-habis kalau dijawab hhe~, soalnya nanti sambung menyambung ke Quality Management System, Good Manufacturing Practise, terus menerus berantai sampai akhirnya kembali ke basic bidang yang aku pelajari sejak sekolah menengah, yaitu CHEMISTRY.
Jadi begini ya ceritanya XD.
Validasi Metode adalah Suatu proses untuk memastikan bahwa suatu prosedur dilakukan sesuai dengan tujuannya (S.M. Anderson dan Ngeh-Ngwainbi, 2003)
Validasi Metode Analisis adalah Suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu, berdasarkan percobaan di laboratorium, untuk membuktikan bahwa parameter tsb memenuhi persyaratan untuk penggunaannya (Harmita, 2004)
Metode Apa Yang Perlu Divalidasi?
1. Metode baru.
2. Metode standar yang dimodifikasi.
3. Metode standar/non-standar yang digunakan oleh analis berbeda, menggunakan instrumen berbeda, dan dilakukan di laboratorium yang berbeda.
Bahasa manusia biasanya mah validasi metode itu untuk membuktikan bener ga sih metode tsb saat digunakan untuk pengujian/analisis di Lab itu bener-bener sesuai dan optimal hasilnya. Misalnya gini deh, kadar vitamin C dalam jeruk itu ada 7%, nah untuk mendapatkan hasil uji ini ďigunakan metode titrimetri misalnya yang paling sederhana hhe, dan hasilnya itu sesuai atau tidak jauh penyimpangannya, maka bisa dinyatakan metodenya valid. Gitu deh, jadi ga sembarangan metode bisa kamu terapkan untuk analisis suatu zat, karena metodenya harus valid.
Udah, itu ajah dulu, kapan-kapan disambung lagi insya Allah kalau inget dan kalau ada waktu dan kalau lagi mood.. XDD

No comments:
Post a Comment